Jadi ceritanya 20 juli 2011 yang lalu gue menembus umur yang ke 21. Di umur berapapun itu, pasti setiap orang punya angan-angan for the coming years yang berharapnya tak dihempas angin dan hilang sekejap mata. gue juga punya beberapa harapan. tapi ternyata kecemasan-kecemasan gue lebih besar dari harapan-harapan tersebut. hahahaha. antiklimakss
sekarang serius.
di awal umur yang berkepala dua ini, gue ibarat lagi belajar merangkak untuk kedua kalinya. merangkak untuk jadi orang yang bener-bener dewasa. ya semacam aktualisasi diri gitu deh ga tau juga. mungkin masing-masing orang punya argumen tersendiri, di umur berapa mereka harus belajar merangkak untuk jadi orang yang bener-bener matang dalam segala aspek
jadi ceritanya pas hari ulangtahun, gue masih cengar-cengir aja tuh blm dibebani pikiran. tapi dihari-hari berikut gue jadi yang sempet galau 3 hari 3 malem. kenapa? karena diumur 21 ini gue seperti ditampar bolak balik sama beberapa kenyataan. kenyataan pertama, sense of crisis gue ga ada. sama sekali ga ada dan ini bahaya. contohnya, gue sering mengabaikan hal-hal yang sebetulnya penting. gue suka bersikap cuek sama semua hal yang ada disekeliling gue. bahkan untuk kepentingan gue sendiri, tanggung jawab gue kadang ze-ro. kenyataan kedua, diumur yang produktif kayak gini gue ngerasa masih aja BELUM BISA APA-APA dan BELUM ADA MENGHASILKAN APA-APA. kenyataan ketiga, gue harusnya udah bisa mengambil keputusan dalam hal apapun, terutama untuk perkara-perkara besar yang bakal berefek ke masa depan. i've to make my own decision. tapi kenyataannya gue hanya membiarkan hal-hal terjadi begitu saja, ngalir kayak air, ga jelas arahnya mau kemana, dan ini bakal berakhir fatal
singkat aja. sampe detik ini, gue masih belum bisa nge-blend sama jurusan di perkuliahan gue sekarang. sama sekali ga ada passion. jadi gue ngambil teknik telekomunikasi gitu deh, ini semacam 'anaknya' teknik elektro. Pas temen-temen lo mungkin lagi asik clubbing, nongkrong, ato ngorbit di tempat-tempat gemerlap nan asik, dimalam yang sama lo malah sacrificing masa muda lo dengan belajar fisika, mat, elektrik, logika, dll di kosan
based on my hompimpa opinion, dulu gue pikir cewek yang jurusannya elektro gitu sexy abis. asik kan, liat cewek lagi ngotak-ngatik circuit di lab, dengan rambut kriwel-kriwel berantakan dan muka serius, plus kacamata geek yang bertengger dihidung, terus dikelilingin cowok-cowok elektro yang tegap-tegap kayak Channing Tatum atau Wentworth Miller. pokoknya bayangan gue tuh engineer abis deh. tapi gitu makan asam garam di kampus, gubrak. ternyata itu adalah ilusi visualisasi semata. bukannya dikampus gue ga ada lab, justru lab-lab pada bertebaran disegala penjuru. ternyata guenya aja yang anti. berada didalam lab dengan sekumpulan orang obsesif yang daya solving nya yang tinggi, it scares me. apalagi individualisnya ga nahan. kadang sotoy nya juga ga bisa ditolerir. i can't be in a circumstance like that, really.
nyokap sangat mendukung gue ambil jurusan ini berhubung dulu dia pernah beberapa tahun di beberapa perusahaan telekomunikasi endonesa. partner kerja dan termasuk beliau, sukses-sukses semua disana (nyokap gue itu luarnya aja cewek tapi mesinnya laki). Terus lagi setelah berkonsultasi dengan kerabat kerjanya nyokap, denger gimana opini-opini mereka kerja disana, serta diiming-imingi masa depan yang cerah, akhirnya gue pun luluh dan mau. itu 3 tahun yang lalu. tapi hingga detik ini gue belum juga jatuh cinta sama apapun yang gue geluti sekarang. dan hal ini sangat ngebebanin pikiran gue akhir-akhir ini. mau dibawa kemana hubungan ini kalo gue masih belum bisa yakin sama calon suami gue? oke stop ini banyakan keracunan lagu, tskk
ada ga sih orang yang senasib sama gue? pasti banyak sihh.. cuman temen-temen terdekat gue dikampus bilang, "jalanin aja tas, lo ditempatkan disini bukannya karena kebetulan." terus dapet penguatan juga dari temen yang beda jurusan, "jurusan lo itu udah enak, akreditasinya A dan ga terlalu banyak bergelut di codingan kayak anak-anak informatika." yayaya, selalu ada hal untuk kita mengucap syukur kan? but i have to find my real passion. i really have to.
yang bikin gue terkesima adalah temen gue yg bilang, "tas, lo ga bisa nanem jagung di ladang padi. lo ga bisa nanem padi diladang jagung. pasti entar numbuhnya ga bagus. ga sempurna. kalo ga layu, ya mati." betul. kalo passion gue sama sekali ga di situ, gue ga akan pernah bisa mencapai top of the edge.
Di umur yang ke 21 ini, gue bener-bener memasang mata, telinga dan hati, untuk lebih peka lagi sama.. apa sih sebetulnya panggilan hidup gue? kalopun sekarang gue harus terdampar di lingkungan kampus gue yang sekarang, apalagi dengan berbagai macam struggle didalamnya. setidaknya gue harus tahu juga.. apa sih yang mau Tuhan coba bilang?
pernah waktu dimobil, im having this conversation with my mom dan dia bilang kurang lebihnya kayak gini,
"tentukan dulu tujuan. setelah kita tahu apa tujuan kita, baru kita pakai segala macam cara dan strategi untuk mencapai tujuan itu dengan cara yang benar. dalam hidup itu, keputusan apapun yang kamu ambil punya resikonya masing-masing. kalau suatu saat kamu ga bisa gapai tujuan yang sudah kamu rencanakan, mau bilang apa? carilah tujuan lain yang sesuai dengan kapasitas kamu."
GODSPEED.
0 commentaire:
Post a Comment